Kamis, 22 Mei 2014

SERVICE MOBIL

 Memiliki mobil bekas alias mobil second tentu tidak seperti memiliki mobil baru langsung dari dealer. Pemilik mobil second seperti saya harus rutin memeriksa kondisi mesin dan menservicenya secara teratur. Contoh mudahnya adalah memeriksa air radiator setiap hari setiap pagi. Jangan sampai air radiator tidak cukup atau malah habis. Bisa panas temperatur mobil kita.
Tentunya memeriksakan mobil ke benkel secara teratur memerlukan biaya juga. Kadang sekali datang, konsultasi atau hanya mengatur gas supaya stabil atau keperluan kecil lainnya yang tidak perlu ganti sparepart kita mengeluarkan uang 30ribu atau 50ribu rupiah. Cukup mahal. Oleh karena itu kita sebagai pemilik mobil bekas dan tua (terutama) harus sedikit banyak tahu tentang mesin dan mencoba melakukan service sendiri agar pengeluaran tidak membengkak.
Berdasarkan pada pengalaman saya memiliki mobil bekas, saya ingin berbagi sedikit service yang biasa saya lakukan sendiri. Saya terinspirasi dari film-film two fast two furious, dimana mereka berkendara dan juga mengutak-atik sendiri. Syaratnya kita harus punya waktu luang. Saat ini saya memiliki 2 mobil bekas, Mazda MR 90 dan Honda Civic Grand 91. Keduanya berbeda. Mazda MR cukup ringan onderdilnya alias murah, sedangkan Honda berat alias mahal. Berikut beberapa service yang saya lakukan sendiri.

Kamis, 08 Mei 2014

Perawatan Radiator Secara Berkala



Perawatan Radiator secara Berkala

  Ada beberapa hal yang paling sering memicu kebocoran pada radiator. Yaitu: korosi (karat), benturan (baik karena tabrakan maupun karena terkena kibasan kipas radiator). Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tekanan air radiator. Akibat penyebab-penyebab ini, mungkin saja terbentuk rongga atau celah di plat-plat (fiber) radiator tempat air merembes keluar. Karena radiator bocor, sistem pendingin tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, temperatur mesin pun tidak terkontrol dan terjadilah overheating ketika mesin terus dipaksa bekerja tanpa pendinginan. Kita tentu sudah hapal bila mesin mengalami overheating. Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok saat dikendarai di tengah jalan. Sayang sekali, kan? Sebelum mengalami masalah-masalah seperti itu, antisipasilah terjadinya kebocoran pada radiator. Pencegahan dapat dilakukan dengan merawat sistem pendingin. Untuk ini, ada beberapa tips yang kami sarankan: 1. Lakukan pemeriksaan air radiator secara rutin pada tangki cadangan. Jika permukaan air di tangki cadangan berada di bawah garis MIN, segera tambahkan. Jika sudah tampak kotor dan tampak keruh, kuras dan ganti dengan air radiator yang baru. 2. Gunakan cairan khusus radiator saat mengisi radiator (coolant). Selain membantu proses pendinginan, di dalam cairan tersebut juga terdapat zat yang dapat mengurangi korosi pada radiator dan mesin. Korosi dan kotoran pada air pendingin sangat tidak baik karena dapat mengganggu proses pendinginan. Kami sarankan untuk menggunakan air coolant yang berjenis ethlylene glycol berkualitas tinggi. 3. Bersihkan kisi-kisi radiator dengan menyemprotkan air pada sirip radiator. 4. Periksa kemungkinan terjadi kebocoran baik pada selang-selang maupun radiator. Kebocoran selang dapat dipantau secara manual dengan melihat ada tidaknya tetesan. Tapi, untuk mengecek kebocoran pada radiator harus menggunakan alat khusus (sst atau special service tools). Radiator motor Anda akan diperiksa dengan alat ini jika datang ke bengkel-bengkel . 5. Kondisi radiator dan kinerja sistem pendingin Anda akan lebih terjaga jika rutin melakukan servis berkala. 

 

Sumber :  http://kinibalu.blogspot.com/2009/06/perawatan-radiator-secara-berkala.html